Sabtu, 24 Juli 2010

Czerny lagi, Czerny lagi!

Kalimat tersebut sering muncul sewaktu guru memberi bahan étude atau study atau latihan (sulit untuk menemukan kata dalam bahasa Indonesia yang cocok sehingga menggunakan kata asalnya, étude) yang pada umumnya berasal dari karya Czerny. Mengapa? Berlatih Czerny sungguh membosankan. Tidak ada bagian yang melodis, yang ada hanya repetisi dengan banyak sekuen. Setelah berlatih dengan susah payah, étude tersebut tidak pernah dipentaskan dan hanya semata-mata dipentaskan di ruang latihan atau kamar praktek. Selain itu, yang dengar hanya guru (kadang disertai kritikan pedas) dan jika beruntung, beberapa teman sesama murid piano juga ikut mendengarkan. Makanya, jadi malas untuk berlatih Czerny. Etude yang menarik untuk dilatih dan dipentaskan adalah étude-nya Liszt, Chopin, dan Debussy. Namun untuk mempelajari etude- etude tersebut butuh ketrampilan yang tinggi dan jika memohon guru untuk mempelajari étude- étude tersebut maka guru akan memberikan latihan persiapan yang lagi lagi diambil dari Czerny.
Jadi, siapakah Czerny itu? Czerny, yang bernama lengkap Carl Czerny (kadang juga ditulis Karl) lahir tanggal 21 Februari 1791 di Wina, Austria dari sebuah keluarga musisi keturunan Ceko. Kakeknya seorang violis dan ayahnya, Wenzel Czerny, seorang oboist, organis, dan pianis yang juga menjadi guru piano pertama Czerny. Beethoven tertarik menjadikannya murid setelah melihat Czerny, yang waktu itu berumur 10 tahun, memainkan Sonata Pathetique. Selain berguru selama 3 tahun pada Beethoven , Czerny berguru pada Johann Nepomuk Hummel dan Antonio Salieri. Beliau juga mengikuti kursus yang diadakan oleh Muzio Clementi di Paris, Wina, St. Petersburg, Berlin, Praha, Roma dan Milan.
Karirnya sebagai pianis bermula pada usia 9 tahun dengan membawakan Piano Concerto in c minor nomor 24 karya Mozart. Dia juga yang membawakan Piano Concerto nomor 5 karya Beethoven untuk pertama kalinya. Namun karirnya yang paling sukses adalah sebagai guru piano. Beliau mendasarkan pelajaran piaononya pada metode Beethoven dan Clementi. Banyak komponis besar yang pernah berguru padanya, antara lain Sigismond Thalberg, Stephen Heller, Alfred Jaëll, Theodor Leschetizky, Theodor Kullak, Theodor Döhler, dan yang paling terkenal sebagai virtuos piano adalah Franz Liszt.
Hal itulah yang membuat Czerny lebih dikenal sebagai guru piano. Beliau menulis banyak sekali étude untuk piano antara lain The School of Velocity Op. 299 dan The Art of Finger Dexterity Op. 740. Czerny pula yang pertama kali menggunakan étude untuk karyanya. Meski menulis banyak étude, namun Czerny juga banyak menulis karya lain seperti symphony, misa dan requiem, konserto, sonata, dan kwartet gesek, namun jarang sekali dipentaskan untuk masa sekarang. Karya yang banyak dimainkan adalah étude- étude-nya. Itu pun hanya di kamar praktek. Meski pun demikian, banyak pianis ternama lahir berkat étude- étude-nya.
Czerny tidak pernah menikah, sehingga pada saat wafatnya tanggal 15 Juli 1857, beliau mewariskan seluruh hartanya untuk membantu sahabatnya.
Salah satu murid Czerny yang sangat terkenal, baik sebagai komponis maupun sebagai seorang virtuos piano, adalah Franz Liszt dan Liszt seumur hidupnya hanya berguru pada Czerny. Lizst pada bulan-bulan pertama belajar piano, Czerny hanya mengajarkan tangga-nada dan étude.
Maukah menjadi pianis yang virtuoso seperti Liszt?”
Jika ya, rajinlah berlatih Czerny.

Minggu, 18 Juli 2010

Mari berlatih tangga-nada

Berlatih tangga-nada atau scales bukanlah yang digemari oleh murid-murid piano pada umumnya. Membosankan dan tidak menyenangkan adalah alasan yang sering diajukan. Jika demikian, lalu kenapa para guru piano mengajarkan tangga-nada? Tangga-nada bahkan menjadi materi ujian pokok sampai pada yang berkelas internasional seperti Associated Board of the Royal Schools of Music. Jika merupakan bagian pokok dalam ujian praktek piano, berarti tangga-nada merupakan salah satu indikator kemampuan seorang pianis oleh karena itu tanga-nada harus dilatih sebaik melatih sonata atau karya piano lainnya.

Jika tangga-nada sedemikian pentingnya, maka perlu dilatih dengan baik. Sebenarnya memainkan tangga-nada sangat mudah karena tidak perlu diinterpretasikan seperti karya piano lainnya. Belum pernah terdengar bahwa tangga-nada dimainkan dengan gaya Barok, atau Romantik. Cukup dengan berkonsentrasi pada hal berikut.

1. Mendengarkan setiap nada yang dimainkan.

Kesalahan yang umum dilakukan waktu berlatih tangga-nada adalah langsung memainkannya dengan dua tangan bersamaan dan karena merupakan hafalan, maka pikiran melayang ke mana-mana sewaktu memainkannya. Konon, Clara Schumann membaca surat-suratnya pada saat berlatih tangga-nada. Namun, hal tersebut tidak dianjurkan untuk pianis pemula. Konsentrasi mendengarkan tiap nada yang dimainkan sangatlah perlu dalam berlatih tangga-nada, untuk itu berlatihlah dengan tangan terpisah atau satu tangan. Mengapa? Karena setiap nada yang dimainkan harus berbunyi dengan intensitas bunyi yang sama padahal anatomi setiap jari tidak sama. Menekan nada dengan jari jempol yang lebih besar akan berbeda jika menekan nada dengan jari kelingking yang jauh lebih kecil. Dengarkanlah tiap nada yang dimainkan, apakah sudah berbunyi dengan intersitas yang sama. Perhatikan juga apakah setiap nada sudah dimainkan dengan penjarian yang benar.

Jika berlatih dengan tangan terpisah sudah berhasil, barulah mencoba memainkan dengan dua tangan secara bersamaan. Dalam berlatih dengan dua tangan, intensitas nada yang dimainkan harus sama antara tangan kiri dengan tangan kanan. Jangan sampai tangan kanan berbunyi lebih keras dibandingkan tangan kiri, atau sebaliknya. Jika memainkan tangga-nada C (misalnya) dengan kedua tangan, maka nada c di tangan kiri akan dimainkan dengan jari kelingking dan nada c di tangan kanan akan dimainkan dengan jari jempol. Secara anatomi, jari kelingking dan jari jempol tidaklah sama dan berlatih tangga-nada bertujuan untuk mengontrol hal ini.

Tips:

jika berlatih dengan dua tangan bersamaan, berlatihlah dengan tangga-nada berlawanan karena penjarian yang digunakan tangan kanan maupun kiri adalah sama.

Saran :

Schmitt op. 16 no 1 dan 2 serta bagian preparatory exercises to scales and arpeggio adalah materi yang bagus untuk mulai berlatih tangga-nada.

2. Relaks dan fleksibel

Fokuslah pada pergerakan otot-otot di mana pergerakannya harus selalu relaks dan fleksibel sepanjang tangga-nada dilatih. Pegelangan tangan juga harus dijaga agar tetap relaks agar memungkinkan tangan lebih luwes saat menekuk jari jempol untuk penjarian 1 2 3 1 atau 5 4 3 2 1 3. Manfaat lainnya adalah tangan dan jari yang luwes memungkinkan untuk bermain bagian-bagian lagu maupun sonata yang bertempo cepat kelak. Sebaiknya tidak berlatih dengan memainkan tiap nada dengan keras atau forte karena selain akan membuat pegelangan kaku, warna suara yang dihasilkan akan kasar.

Tips:

Latihlah tangga-nada dengan tempo lambat dan dinamik pianissimo atau sangat lembut. Saya kadang menyarankan agar tuts ditekan sampai habis namun nada tersebut tidak boleh bunyi dengan tujuan untuk melatih control terhadap jari.

3. Main dengan ritmis dan tempo yang stabil

Mulai berlatih dengan tempo yang stabil. Umumnya jika menghadapi bagian yang sulit, maka tempo cenderung melambat dan kembali cepat jika sampai pada bagian yang mudah. Jika bukan tempo yang berubah-rubah, maka nilai nada akan menjadi lebih panjang jika memainkan bagian yang sulit dan kembali menjadi lebih pendek jika kembali pada bagian yang mudah. Hindari kedua hal tersebut.

Berlatihlah tangga-nada secara rutin terutama jika waktu tidak memungkinkan untuk berlatih lagu. Berlatih tangga-nada akan membuat keluwesan dan ketrampilan tetap terjaga. Nah, tunggu apa lagi? Matikan komputer dan mulailah berlatih.

Minggu, 11 Juli 2010

Mengetahui usia piano dari no serinya

Bagi beberapa orang, membeli piano baru jelas lebih bergengsi karena piano adalah simbol kaum borjuis. Bagi yang berkantong kurang tebal, piano second menjadi pilihan (selain mempertimbangkan membeli piano elektrik, tentunya). Namun membeli piano second perlu ekstra teliti. banyak hal yang perlu dipertimbangkan terutama kondisi piano (hammer, action, soundboard, senar, dan lain sebagainya) dan usia piano.

Untuk piano dengan merek Yamaha, yang banyak dikenal di Indonesia, kita dapat mengetahui tahun pembuatan dengan melihat nomor serinya. Dari nomor seri tersebut kita juga bisa tahu pabrik pembuatan piano tersebut. Pabrik piano Yamaha ada 4, yaitu pusatnya di Hamamatsu (Jepang), Thomaston (Giorgia, AS), South Haven (Michigan, AS) dan mulai tahun 2000 dibuka pabrik di Jakarta.

Nomor seri piano biasanya tertera pada iron frame-nya. Jika tutup piano dibuka, maka no serinya terdapat pada sisi sebelah kanan kita. Adapun kode pada nomor seri yang berhubungan dengan pabrik piano tersebut antara lain :

Upright piano
  1. Jika nomor seri diawali dengan simbol T (misallnya T500101) maka piano tersebut dibuat di Thomaston, AS.
  2. Jika nomor seri diawali dengan simbol U, maka piano tersebut dibuat dibuat di South Haven, AS.
  3. Jika tinggi piano di atas 114,3 cm atau 45 inci, maka piano tersebut dibuat di Hamamatsu, Jepang.
  4. Jika tinggi piano di bawah 114,3 cm atau 45 inci dan memiliki tujuh digit nomor seri, maka piano tersebut dibuat di Hamamatsu, Jepang.
Grand Piano
  1. Jika grand piano memiliki no seri GA1E, DGA1E, GB1, atau DGB1, maka grand piano tersebut dibuat di Jakarta.
  2. Jika grand piano memiliki no seri GH1G, GH1FP, GC1G, atau GC1FP, maka grand piano tersebut dibuat di Thomaston, AS.
  3. Selain kode di atas, maka grand piano tersebut dibuat di Hamamatsu, Jepang.
Mengetahui lokasi pembuatan piano adalah penting karena piano yang dibuat untuk negara beriklim sub tropis tidaklah cocok digunakan di negara tropis, begitu pula sebaliknya. Sebagai contoh, keytop yang terdapat pada tuts piano yang terbuat dari gading (ingat lagu Ebony and Ivory). Keytop yang terbuat dari gading akan menguning dan membentuk lipatan-lipatan pada permukaannya, oleh karena itu tidak disarankan untuk membeli piano dengan keytop gading gajah karena teknologi baru menambahkan elemen anti slip pada keytop plastik. Selain itu, akan membantu mengurangi perburuan gajah ilegal.

Ada pun tahun pembuatan dan nomor serinya adalah sebagai berikut:


Bulan Tahun Produksi

No seri


Bulan Tahun Produksi

No seri

Januari-61

149000

Juni-66

540000

Juni-61

164000

Januari-67

570000

Januari-62

188000

Juni-67

638000

Juni-62

207000

Januari-68

685000

Januari-63

237000

Juni-68

758000

Juni-63

261000

Januari-69

805000

Januari-64

298000

Juni-69

885000

Juni-64

329000

Januari-70

960000

Januari-65

368000

Juni-70

1040000

Juni-65

420000

Januari-71

1130000

Januari-66

489000

Juni-71

1230000







Bulan Tahun Produksi

No seri

Piano Upright

Grand piano

Januari-72

1317500

1358500

Juni-72

1391000

1443500

Januari-73

1510500

1538500

Juni-73

1604000

1623000

Januari-74

1745000

1753500

Juni-74

1834000

1843000

Januari-75

1945000

1935000

Juni-75

2036000

2043000

Januari-76

2154000

2153000

Juni-76

2247000

2253000

Januari-77

2384000

2362000

Juni-77

2474000

2462000

Januari-78

2585000

2580500

Juni-78

2698000

2720000

Januari-79

2810500

2848000

Juni-79

2825000

2900000

Januari-80

3001000

3040000

Juni-80

3121000

3140000

Januari-81

3261000

3270000

Juni-81

3354000

3360000

Januari-82

3465000

3490000

Juni-82

3551000

3590000

Januari-83

3646200

3710500

Juni-83

3724100

3790400

Januari-84

3832200

3891600

Juni-84

3989000

3992300

Januari-85

3987600

4040700

Juni-85

4095500

4130400

Januari-86

4156500

4214600

Juni-86

4241000

4250700

Januari-87

4334800

4351100

Juni-87

4387300

4440000

Januari-88

4491300

4561000

Juni-88

4557800

4633500

Januari-89

4672700

4671400

Juni-89

4735200

4730800

Januari-90

4837200

4810900

Juni-90

4897800

4871000

Januari-91

4967900

4951200

Juni-91

5005600

5010100

Januari-92

5086800

5071800

Juni-92

5127800

5120700

Januari-93

5204100

5181400

Juni-93

5224900

5230000

Januari-94

5296400

5291500

Juni-94

5330000

5319000

Januari-95

5375000

5368000

Juni-95

5415000

5410000

Januari-96

5446000

5448000

Juni-96

5482000

5472000

Januari-97

5530000

5502000

Juni-97

5556000

5516000

Januari-98

5579000

5588000

Juni-98

5598000

5608000

Januari-99

5792000

5810000

Juni-99

5833000

5819000

Januari-00

5868000

5860000

Juni-00

5892000

5874000

Januari-01

5928000

5913000

Juni-01

5949000

5933000

Januari-02

5978000

5963000

Juni-02

5993000

5986000

Januari-03

6021000

6019000

Juni-03

6043500

6041500

Januari-04

6066000

6064000

Juni-04

6088000

6086500








































































Untuk piano yang dibuat di Indonesia, tahun pembuatan dan nomor serinya adalah sebagai berikut:

Tahun Produksi

No seri


Tahun Produksi

No seri

2000

1700000

2003

2000000

2001

1800000

2004

2100000

2002

1900000




Dengan mengetahui tahun pembuatan, maka masa pakai piano dapat diketahui. Masa pakai piano baru, jika terawat, adalah 50 tahun. Untuk piano second, jika direnovasi, masa pakainya juga 50 tahun. Sebagai contoh, jika membeli piano dengan no seri 4491325 misalnya, piano tersebut dibuat pada paruh awal tahun 1988, 22 tahun yang lalu sehingga masa pakainya tinggal 28 tahun lagi.

Jika hendak membeli piano, maka nomor seri merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Piano Sheet Meraih Bintang Lagu Tema Asian Games

Lagu ini menggunakan tangga-nada C minor namun agar mudah dipelajari, partitur ini ditulis dalam tangga-nada natural.  Partitur dalam ta...