Sabtu, 24 Juli 2010
Czerny lagi, Czerny lagi!
Jadi, siapakah Czerny itu? Czerny, yang bernama lengkap Carl Czerny (kadang juga ditulis Karl) lahir tanggal 21 Februari 1791 di Wina, Austria dari sebuah keluarga musisi keturunan Ceko. Kakeknya seorang violis dan ayahnya, Wenzel Czerny, seorang oboist, organis, dan pianis yang juga menjadi guru piano pertama Czerny. Beethoven tertarik menjadikannya murid setelah melihat Czerny, yang waktu itu berumur 10 tahun, memainkan Sonata Pathetique. Selain berguru selama 3 tahun pada Beethoven , Czerny berguru pada Johann Nepomuk Hummel dan Antonio Salieri. Beliau juga mengikuti kursus yang diadakan oleh Muzio Clementi di Paris, Wina, St. Petersburg, Berlin, Praha, Roma dan Milan.
Karirnya sebagai pianis bermula pada usia 9 tahun dengan membawakan Piano Concerto in c minor nomor 24 karya Mozart. Dia juga yang membawakan Piano Concerto nomor 5 karya Beethoven untuk pertama kalinya. Namun karirnya yang paling sukses adalah sebagai guru piano. Beliau mendasarkan pelajaran piaononya pada metode Beethoven dan Clementi. Banyak komponis besar yang pernah berguru padanya, antara lain Sigismond Thalberg, Stephen Heller, Alfred Jaëll, Theodor Leschetizky, Theodor Kullak, Theodor Döhler, dan yang paling terkenal sebagai virtuos piano adalah Franz Liszt.
Hal itulah yang membuat Czerny lebih dikenal sebagai guru piano. Beliau menulis banyak sekali étude untuk piano antara lain The School of Velocity Op. 299 dan The Art of Finger Dexterity Op. 740. Czerny pula yang pertama kali menggunakan étude untuk karyanya. Meski menulis banyak étude, namun Czerny juga banyak menulis karya lain seperti symphony, misa dan requiem, konserto, sonata, dan kwartet gesek, namun jarang sekali dipentaskan untuk masa sekarang. Karya yang banyak dimainkan adalah étude- étude-nya. Itu pun hanya di kamar praktek. Meski pun demikian, banyak pianis ternama lahir berkat étude- étude-nya.
Czerny tidak pernah menikah, sehingga pada saat wafatnya tanggal 15 Juli 1857, beliau mewariskan seluruh hartanya untuk membantu sahabatnya.
Salah satu murid Czerny yang sangat terkenal, baik sebagai komponis maupun sebagai seorang virtuos piano, adalah Franz Liszt dan Liszt seumur hidupnya hanya berguru pada Czerny. Lizst pada bulan-bulan pertama belajar piano, Czerny hanya mengajarkan tangga-nada dan étude.
Maukah menjadi pianis yang virtuoso seperti Liszt?”
Jika ya, rajinlah berlatih Czerny.
Minggu, 18 Juli 2010
Mari berlatih tangga-nada
Berlatih tangga-nada atau scales bukanlah yang digemari oleh murid-murid piano pada umumnya. Membosankan dan tidak menyenangkan adalah alasan yang sering diajukan. Jika demikian, lalu kenapa para guru piano mengajarkan tangga-nada? Tangga-nada bahkan menjadi materi ujian pokok sampai pada yang berkelas internasional seperti Associated Board of the Royal Schools of Music. Jika merupakan bagian pokok dalam ujian praktek piano, berarti tangga-nada merupakan salah satu indikator kemampuan seorang pianis oleh karena itu tanga-nada harus dilatih sebaik melatih sonata atau karya piano lainnya.
Jika tangga-nada sedemikian pentingnya, maka perlu dilatih dengan baik. Sebenarnya memainkan tangga-nada sangat mudah karena tidak perlu diinterpretasikan seperti karya piano lainnya. Belum pernah terdengar bahwa tangga-nada dimainkan dengan
1. Mendengarkan setiap nada yang dimainkan.
Kesalahan yang umum dilakukan waktu berlatih tangga-nada adalah langsung memainkannya dengan dua tangan bersamaan dan karena merupakan hafalan, maka pikiran melayang ke mana-mana sewaktu memainkannya. Konon, Clara Schumann membaca surat-suratnya pada saat berlatih tangga-nada. Namun, hal tersebut tidak dianjurkan untuk pianis pemula. Konsentrasi mendengarkan tiap nada yang dimainkan sangatlah perlu dalam berlatih tangga-nada, untuk itu berlatihlah dengan tangan terpisah atau satu tangan. Mengapa? Karena setiap nada yang dimainkan harus berbunyi dengan intensitas bunyi yang sama padahal anatomi setiap jari tidak sama. Menekan nada dengan jari jempol yang lebih besar akan berbeda jika menekan nada dengan jari kelingking yang jauh lebih kecil. Dengarkanlah tiap nada yang dimainkan, apakah sudah berbunyi dengan intersitas yang sama. Perhatikan juga apakah setiap nada sudah dimainkan dengan penjarian yang benar.
Jika berlatih dengan tangan terpisah sudah berhasil, barulah mencoba memainkan dengan dua tangan secara bersamaan. Dalam berlatih dengan dua tangan, intensitas nada yang dimainkan harus sama antara tangan kiri dengan tangan kanan. Jangan sampai tangan kanan berbunyi lebih keras dibandingkan tangan kiri, atau sebaliknya. Jika memainkan tangga-nada C (misalnya) dengan kedua tangan, maka nada c di tangan kiri akan dimainkan dengan jari kelingking dan nada c di tangan kanan akan dimainkan dengan jari jempol. Secara anatomi, jari kelingking dan jari jempol tidaklah sama dan berlatih tangga-nada bertujuan untuk mengontrol hal ini.
Tips:
jika berlatih dengan dua tangan bersamaan, berlatihlah dengan tangga-nada berlawanan karena penjarian yang digunakan tangan kanan maupun kiri adalah sama.
Saran :
Schmitt op. 16 no 1 dan 2 serta bagian preparatory exercises to scales and arpeggio adalah materi yang bagus untuk mulai berlatih tangga-nada.
2. Relaks dan fleksibel
Fokuslah pada pergerakan otot-otot di mana pergerakannya harus selalu relaks dan fleksibel sepanjang tangga-nada dilatih. Pegelangan tangan juga harus dijaga agar tetap relaks agar memungkinkan tangan lebih luwes saat menekuk jari jempol untuk penjarian 1 2 3 1 atau 5 4 3 2 1 3. Manfaat lainnya adalah tangan dan jari yang luwes memungkinkan untuk bermain bagian-bagian lagu maupun sonata yang bertempo cepat kelak. Sebaiknya tidak berlatih dengan memainkan tiap nada dengan keras atau forte karena selain akan membuat pegelangan kaku, warna suara yang dihasilkan akan kasar.
Tips:
Latihlah tangga-nada dengan tempo lambat dan dinamik pianissimo atau sangat lembut. Saya kadang menyarankan agar tuts ditekan sampai habis namun nada tersebut tidak boleh bunyi dengan tujuan untuk melatih control terhadap jari.
3. Main dengan ritmis dan tempo yang stabil
Mulai berlatih dengan tempo yang stabil. Umumnya jika menghadapi bagian yang sulit, maka tempo cenderung melambat dan kembali cepat jika sampai pada bagian yang mudah. Jika bukan tempo yang berubah-rubah, maka nilai nada akan menjadi lebih panjang jika memainkan bagian yang sulit dan kembali menjadi lebih pendek jika kembali pada bagian yang mudah. Hindari kedua hal tersebut.
Berlatihlah tangga-nada secara rutin terutama jika waktu tidak memungkinkan untuk berlatih lagu. Berlatih tangga-nada akan membuat keluwesan dan ketrampilan tetap terjaga. Nah, tunggu apa lagi? Matikan komputer dan mulailah berlatih.
Minggu, 11 Juli 2010
Mengetahui usia piano dari no serinya
Untuk piano dengan merek Yamaha, yang banyak dikenal di Indonesia, kita dapat mengetahui tahun pembuatan dengan melihat nomor serinya. Dari nomor seri tersebut kita juga bisa tahu pabrik pembuatan piano tersebut. Pabrik piano Yamaha ada 4, yaitu pusatnya di Hamamatsu (Jepang), Thomaston (Giorgia, AS), South Haven (Michigan, AS) dan mulai tahun 2000 dibuka pabrik di Jakarta.
Nomor seri piano biasanya tertera pada iron frame-nya. Jika tutup piano dibuka, maka no serinya terdapat pada sisi sebelah kanan kita. Adapun kode pada nomor seri yang berhubungan dengan pabrik piano tersebut antara lain :
Upright piano
- Jika nomor seri diawali dengan simbol T (misallnya T500101) maka piano tersebut dibuat di Thomaston, AS.
- Jika nomor seri diawali dengan simbol U, maka piano tersebut dibuat dibuat di South Haven, AS.
- Jika tinggi piano di atas 114,3 cm atau 45 inci, maka piano tersebut dibuat di Hamamatsu, Jepang.
- Jika tinggi piano di bawah 114,3 cm atau 45 inci dan memiliki tujuh digit nomor seri, maka piano tersebut dibuat di Hamamatsu, Jepang.
- Jika grand piano memiliki no seri GA1E, DGA1E, GB1, atau DGB1, maka grand piano tersebut dibuat di Jakarta.
- Jika grand piano memiliki no seri GH1G, GH1FP, GC1G, atau GC1FP, maka grand piano tersebut dibuat di Thomaston, AS.
- Selain kode di atas, maka grand piano tersebut dibuat di Hamamatsu, Jepang.
Ada pun tahun pembuatan dan nomor serinya adalah sebagai berikut:
Bulan Tahun Produksi | No seri | Bulan Tahun Produksi | No seri | |
Januari-61 | 149000 | Juni-66 | 540000 | |
Juni-61 | 164000 | Januari-67 | 570000 | |
Januari-62 | 188000 | Juni-67 | 638000 | |
Juni-62 | 207000 | Januari-68 | 685000 | |
Januari-63 | 237000 | Juni-68 | 758000 | |
Juni-63 | 261000 | Januari-69 | 805000 | |
Januari-64 | 298000 | Juni-69 | 885000 | |
Juni-64 | 329000 | Januari-70 | 960000 | |
Januari-65 | 368000 | Juni-70 | 1040000 | |
Juni-65 | 420000 | Januari-71 | 1130000 | |
Januari-66 | 489000 | Juni-71 | 1230000 |
Bulan Tahun Produksi | No seri | |
Piano Upright | Grand piano | |
Januari-72 | 1317500 | 1358500 |
Juni-72 | 1391000 | 1443500 |
Januari-73 | 1510500 | 1538500 |
Juni-73 | 1604000 | 1623000 |
Januari-74 | 1745000 | 1753500 |
Juni-74 | 1834000 | 1843000 |
Januari-75 | 1945000 | 1935000 |
Juni-75 | 2036000 | 2043000 |
Januari-76 | 2154000 | 2153000 |
Juni-76 | 2247000 | 2253000 |
Januari-77 | 2384000 | 2362000 |
Juni-77 | 2474000 | 2462000 |
Januari-78 | 2585000 | 2580500 |
Juni-78 | 2698000 | 2720000 |
Januari-79 | 2810500 | 2848000 |
Juni-79 | 2825000 | 2900000 |
Januari-80 | 3001000 | 3040000 |
Juni-80 | 3121000 | 3140000 |
Januari-81 | 3261000 | 3270000 |
Juni-81 | 3354000 | 3360000 |
Januari-82 | 3465000 | 3490000 |
Juni-82 | 3551000 | 3590000 |
Januari-83 | 3646200 | 3710500 |
Juni-83 | 3724100 | 3790400 |
Januari-84 | 3832200 | 3891600 |
Juni-84 | 3989000 | 3992300 |
Januari-85 | 3987600 | 4040700 |
Juni-85 | 4095500 | 4130400 |
Januari-86 | 4156500 | 4214600 |
Juni-86 | 4241000 | 4250700 |
Januari-87 | 4334800 | 4351100 |
Juni-87 | 4387300 | 4440000 |
Januari-88 | 4491300 | 4561000 |
Juni-88 | 4557800 | 4633500 |
Januari-89 | 4672700 | 4671400 |
Juni-89 | 4735200 | 4730800 |
Januari-90 | 4837200 | 4810900 |
Juni-90 | 4897800 | 4871000 |
Januari-91 | 4967900 | 4951200 |
Juni-91 | 5005600 | 5010100 |
Januari-92 | 5086800 | 5071800 |
Juni-92 | 5127800 | 5120700 |
Januari-93 | 5204100 | 5181400 |
Juni-93 | 5224900 | 5230000 |
Januari-94 | 5296400 | 5291500 |
Juni-94 | 5330000 | 5319000 |
Januari-95 | 5375000 | 5368000 |
Juni-95 | 5415000 | 5410000 |
Januari-96 | 5446000 | 5448000 |
Juni-96 | 5482000 | 5472000 |
Januari-97 | 5530000 | 5502000 |
Juni-97 | 5556000 | 5516000 |
Januari-98 | 5579000 | 5588000 |
Juni-98 | 5598000 | 5608000 |
Januari-99 | 5792000 | 5810000 |
Juni-99 | 5833000 | 5819000 |
Januari-00 | 5868000 | 5860000 |
Juni-00 | 5892000 | 5874000 |
Januari-01 | 5928000 | 5913000 |
Juni-01 | 5949000 | 5933000 |
Januari-02 | 5978000 | 5963000 |
Juni-02 | 5993000 | 5986000 |
Januari-03 | 6021000 | 6019000 |
Juni-03 | 6043500 | 6041500 |
Januari-04 | 6066000 | 6064000 |
Juni-04 | 6088000 | 6086500 |
Untuk piano yang dibuat di Indonesia, tahun pembuatan dan nomor serinya adalah sebagai berikut:
Tahun Produksi | No seri | Tahun Produksi | No seri | |
2000 | 1700000 | 2003 | 2000000 | |
2001 | 1800000 | 2004 | 2100000 | |
2002 | 1900000 |
Dengan mengetahui tahun pembuatan, maka masa pakai piano dapat diketahui. Masa pakai piano baru, jika terawat, adalah 50 tahun. Untuk piano second, jika direnovasi, masa pakainya juga 50 tahun. Sebagai contoh, jika membeli piano dengan no seri 4491325 misalnya, piano tersebut dibuat pada paruh awal tahun 1988, 22 tahun yang lalu sehingga masa pakainya tinggal 28 tahun lagi.
Jika hendak membeli piano, maka nomor seri merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Piano Sheet Meraih Bintang Lagu Tema Asian Games
Lagu ini menggunakan tangga-nada C minor namun agar mudah dipelajari, partitur ini ditulis dalam tangga-nada natural. Partitur dalam ta...
-
Arransemen lagu Ibu Kita Kartini diusahakan sesederhana dan semudah mungkin. Lagu ini terdiri atas dua bagian yaitu bagian A yang diulang du...
-
Dewasa ini berbagai ragam ukuran piano yang beredar di pasaran. Secara tradisional, beragam piano tersebut dapat dikategorikan menjadi dua j...
-
Lagu ini menggunakan tangga-nada C minor namun agar mudah dipelajari, partitur ini ditulis dalam tangga-nada natural. Partitur dalam ta...